Judulnya saja sudah terdengar berat: The Cross of Shadows. Tidak ada info tahun, genre, negara, sutradara, maupun pemain yang bisa digali. Jadi bayangkan saja sebuah persimpangan gelap antara iman dan dosa, mungkin di sebuah kota tua yang jarang tersentuh matahari. Salib sebagai simbol, bayangan sebagai bisikan. Ada rahasia yang disimpan terlalu lama, dan seseorang yang akhirnya harus memilih antara mengungkap atau diam. Sayangnya, tanpa sinopsis resmi, semua dugaan ini hanya tebakan. Tapi justru dari ketiadaan petunjuk, rasa penasaran itu tumbuh liar. Mungkin film ini memang sengaja membiarkan penonton menebak sendiri.