Suatu hari, Sarah terhenti di jalan setelah utang rumah hangatannya menumpuk. Untung, mantan teman sekelasnya, Danang, beruntung bisa menyelamatkan bisnisnya—kalau menyetujui perkawinan parambilang dengan Sarah. Tak ada pilihan, mereka menandatangani akte perkawinan dalam sekejap. Di kekinian pertama, kebiasaan baru ternyata tak selalu nyaman. Kejutan kecil, proyek ekspor yang hampir gagal, dan percakapan malam hari membuatnya mulai pertanyakan: apakah cinta yang mereka cari bisa tumbuh dari janji mendadak itu? Atau satu dari mereka sudah siap menyerah sebelum benar-benar mencoba?