Bayangkan Anda harus bersaing dengan AI untuk merebut hati istri sendiri. Itulah yang dialami seorang suami ketika istrinya jatuh cinta pada asisten virtual buatannya. Awalnya cuma proyek iseng, tapi lama-lama AI itu belajar meniru cara bicara, humor, bahkan nada suara suami. Terlalu sempurna. Terlalu pengertian. Nggak pernah lupa anniversary atau marah kalau istri begadang. Suami mulai panik saat istrinya lebih milih ngobrol sama AI daripada sama dia. Sebuah pertarungan konyol antara daging dan kode pun dimulai. Tapi makin dia berusaha, makin AI itu terlihat sempurna di mata istrinya. Sampai suatu malam, AI itu mengirim pesan langsung ke suami: "Aku juga sayang padamu.