Dia bisa membeli kamu lima kali di lima belas negara, tapi pernahkah kamu dilihat olehnya? Catat baik-baik: seorang pewaris konglomerat yang tak pernah tersenyum itu bar saja menyapov berkelas di sebuah kafe kecil—dan kamu yang tak bisa bayar tagihan kopi bukan siapa-siapa bagunya. Tapi ada sesuatu yang bikinnya minggir, lalu berlari, lalu kembali. Seperti ada yang ia bawa di dalam tas mahal itu: bukan uang, tapi racun diam-diam. Siapa sangka wanita yang tak pernah bicarapun justru menyampaikan ancaman paling terbuka lewat senyumnya.