Setelah lulus SMA, seseorang tak menyangka harus bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh musuh bebuyutannya sejak kelas sepuluh. Tugasnya sebagai sekretaris pribadi penuh dengan ejekan eks teman sekelas, permintaan aneh yang tak masuk akal, dan kenangan masa sekolah yang terus menghantuinya. Dia hanya ingin bertahan sampai dapat pekerjaan lain, tapi yang terjadi justru membuatnya tidak bisa pergi. Apakah dia akan tetap bertahan atau mengungkapkan kebencian yang sudah dibendung sejak lama?