Judulnya saja sudah menohok: seorang tiran yang mencari penebusan. Cerita semacam ini hidup dari satu pertanyaan sederhana — bisakah kekuasaan yang dibangun di atas darah dimaafkan? Dosa-dosa lama tidak pernah benar-benar mati; mereka menunggu, diam-diam, sampai pemiliknya akhirnya harus membayar. Ketika masa lalu datang menagih utang, takhta bukan lagi tempat paling aman untuk bersembunyi. Yang bikin penasaran: penebusan itu lahir dari kemauan sendiri, atau dipaksa oleh orang yang paling dia sakiti?