Ada dendam yang sabar menunggu ratusan tahun. Bukan sekadar marah, tapi rasa sakit yang diwariskan turun-temurun, tertidur dan menunggu momen tepat untuk bangun. Nggak ada yang tahu kapan tepatnya mulai, atau siapa yang bakal jadi target pertama. Yang jelas, dendam semacam ini nggak peduli sama waktu — dia punya caranya sendiri untuk menagih utang. Pertanyaannya cuma satu: siapa yang masih hidup untuk membayar?