Bayangkan seorang dewa yang baju zirahnya compang-camping. Genre drama dari negara yang belum disebut tahunnya ini mengikuti tradisi naratif khas yang gelap dan introspektif. Tokoh utamanya bergulat dengan kehilangan kekuasaan dan identitas di tengah dunia yang runtuh. Setiap langkahnya adalah pertarungan antara sisa martabat dan kebutuhan untuk bertahan. Tanpa latar yang jelas, cerita ini seperti teka-teki yang menunggu dipecahkan. Siapa sangka di balik tattered armor itu tersembunyi rahasia yang bisa mengubah segalanya?