Hati remuk bukan alasan untuk berhenti. Susan memilih jalan sebaliknya — mabuk-mabukan, pesta setiap malam, dan menggoda pria kaya seenaknya. Sampai suatu hari dia bertemu seorang pengawal tampan. Wajahnya dingin, sorot matanya tajam. Susan langsung ngejar, nggak peduli ditolak berapa kali pun. Bertahun-tahun dia main kejar-kejaran dengan pria itu, yakin suatu saat hatinya luluh. Tapi yang dia temukan justru menusuk lebih dalam dari luka lama. Pria itu ternyata diam-diam jatuh cinta pada adik tirinya — perempuan yang sejak kecil jadi sumber semua derita Susan. Jadi selama ini dia cuma alat?