Dia yang dulu jadi tokoh jahat di cerita orang lain, sekarang sadar sedang hidup di dalam novel. Dan naskahnya sudah ditulis: dia akan mati di tangan tokoh utama. Tapi kali ini dia nggak mau nurut. Alih-alih menjalankan peran, dia memilih cabut dari papan permainan — menghindari semua adegan yang seharusnya menuntunnya ke akhir tragis. Masalahnya, semakin dia menjauh, semakin aneh kejadian-kejadian di sekitarnya. Seolah cerita itu sendiri yang mengejarnya. Sampai kapan dia bisa lari dari takdir yang sudah ditetapkan?