Bayangkan sebuah pertunjukan budaya yang dianggap sakral sebenarnya hanya selubung kebohongan besar untuk menutupi ketidakadilan. Karya Indonesia ini berfokus pada upaya mengungkap kebenaran di balik sandiwara yang selama ini disuguhkan kepada publik. Konflik muncul ketika tekanan dari pihak-pihak yang ingin citra palsu itu tetap bertahan semakin mengintai, mengancam keselamatan mereka yang terlibat. Di mana batas antara mengungkap fakta dan menjadi korban dari kebohongan yang sudah berjalan lama?