Luka pada seorang anak memicu murka tanpa batas. Ketika darah keluarga tertumpah, batas moral antara keadilan dan pembalasan dendam pribadi seketika runtuh dari nurani seorang pelindung. Amarah itu meledak jadi api perlawanan. Tidak ada lagi rasa takut tersisa. Setiap langkah kini cuma diarahkan pada satu tujuan mutlak, yakni memburu siapa pun yang telah merenggut kedamaian hidup mereka. Namun, sanggupkah amarah itu padam setelah semua hutang nyawa terbalaskan?