Cuma ada satu orang yang berdiri, sisanya memilih menyingkir. Detail plotnya memang masih gelap — tahun, genre, sampai siapa yang memerankan pun belum dibuka. Yang tersisa hanya judulnya, dan itu sudah cukup memberi petunjuk soal nadanya: seseorang yang memikul beban sendirian, dikepung keadaan yang nggak berpihak. Entah itu soal keluarga, pekerjaan, atau masa lalu yang mengejar, arahnya satu — bertahan atau tumbang. Judul semacam ini biasanya menyimpan luka yang pelan-pelan dibuka, bukan ledakan di menit pertama. Pertanyaannya sederhana: kalau seluruh dunia jadi lawan, sisa kekuatan apa yang masih bisa dipakai?