Utang nyawa biasanya dibayar dengan nyawa juga. Tapi kali ini tagihannya datang dalam bentuk kehancuran finansial. Seseorang terpaksa menanggung akibat dari perbuatan masa lalu yang tidak pernah dia sangka akan kembali menghantui. Ketika semua harta benda habis, pertanyaannya bukan lagi soal uang, melainkan seberapa jauh seseorang mau kehilangan segalanya. Dan pelunasan itu ternyata belum sepenuhnya selesai.