Pengacara yang biasa membela penjahat kini harus duduk di kursi terdakwa. Tak ada yang tahu bagaimana ia bisa terjebak dalam kasus yang selama ini ia bela mati-matian. Mungkin ini karma, mungkin ini jebakan. Yang jelas, ruang sidang yang dulu jadi panggungnya kini berbalik menuntutnya. Setiap pasal yang dulu ia patahkan sekarang menancap di lehernya sendiri. Dan satu-satunya orang yang bisa menyelamatkannya adalah musuh bebuyutannya di pengadilan.