Dunia sihir punya aturan. Penyihir Agung terhebat biasanya muncul dari klan tua, bukan dari desa terpencil. Tapi siapa sangka, seorang anak yang bahkan belum lulus ujian dasar justru disebut-sebut sebagai penerus gelar itu. Dia belum bisa mengendalikan mantranya sendiri, sementara para tetua sudah berdebat soal takdir yang katanya melekat di punggungnya. Setiap kali dia mencoba membuktikan diri, kekuatannya justru meledak di luar kendali. Dan semakin dia mendekati kebenaran, semakin jelas bahwa gelar itu bukan hadiah. Ada yang sengaja menunggu dia siap, lalu menjatuhkannya.