Dua orang yang dulu saling menggenggam erat kini harus mengakui satu hal pahit: jalan mereka sudah tidak lagi searah. Judulnya sendiri sudah bicara banyak. Tidak ada nama tokoh, tidak ada latar yang dijelaskan, hanya sebuah perpisahan yang datang bukan karena benci, melainkan karena waktu dan keadaan memaksa mereka memilih arah masing-masing. Apakah mereka benar-benar sudah selesai, atau justru ini cara paling jujur untuk saling melepaskan?