Tirani sudah jadi aturan. Seorang tawanan perempuan ditempatkan sebagai pembantu pribadi sang Alpha, pria yang berkuasa penuh atas lingkungannya sendiri. Aturan mainnya jelas: patuh, jangan bertanya, jangan berharap. Tapi semakin lama perempuan itu bertahan, semakin jelas ada celah di dinding kekuasaan sang Alpha. Bukan soal kunci fisik. Melainkan sesuatu yang perlahan mengikis pertahanannya dari dalam. Lantas siapa yang sebenarnya menahan siapa, kalau batas antara tugas dan ketergantungan mulai kabur?