Sebuah pernikahan dengan batas waktu sembilan puluh hari. Dua orang yang belum benar-benar kenal setuju terikat lewat kontrak, masing-masing dengan alasan yang nggak mereka buka satu sama lain. Hari-hari berjalan sesuai aturan, peran suami-istri dimainkan rapi, tapi diam-diam ada yang mulai bergeser dari naskah. Yang bikin cemas, bukan soal tenggat yang terus menipis, melainkan pertanyaan apakah kontrak ini memang harus ada batas akhirnya.