Seorang ksatria yang kehilangan satu tangannya masih memegang pedang. Bukan untuk menyerang, tapi untuk bertahan dari masa lalu yang terus mengejarnya. Di negeri yang dilanda perang saudara, ia berkelana dari satu desa ke desa lain, mencari alasan untuk tetap hidup. Setiap langkahnya diikuti bayangan musuh lama yang tak pernah benar-benar pergi. Sampai suatu malam, ia bertemu anak kecil yang membawa pesan dari seseorang yang sudah ia anggap mati. Siapa sangka, tangan yang hilang itu justru menjadi kunci dari rahasia besar yang selama ini ia kubur dalam-dalam. Apakah ia akan memilih membalas dendam, atau membiarkan masa lalu kembali terkubur selamanya?