Kontrak budak yang berakhir dengan lamaran. Premis itu sendiri sudah cukup bikin dahi berkerut. Dari judulnya, jelas ini kisah tentang hubungan kuasa yang berubah jadi cinta — atau setidaknya, sesuatu yang mengarah ke sana. Dua pihak yang awalnya terikat perjanjian, satu sebagai pemberi perintah, satu sebagai pelaksana. Tapi di ujung kontrak, ada lamaran. Pertanyaannya, siapa yang melamar siapa? Dan apakah itu cinta sungguhan atau sekadar kelanjutan dari permainan kuasa yang sama? Jawabannya mungkin lebih rumit dari yang terlihat.