Sebuah telur menolak jadi phoenix. Itu premisnya, setidaknya kalau dibaca dari judulnya — karena detail lain soal cerita ini masih samar. Sutradara, pemain, negara, tahun rilis, semua belum tercatat. Yang tersisa cuma judulnya dan imajinasi liar yang menyertainya. Evolusi bukan dari api, melainkan dari cangkang yang retak perlahan. Legenda kuno yang dibongkar ulang, atau metafora modern soal kebangkitan dari titik paling kecil?