Pengantin dihina di depan umum. Itu satu-satunya petunjuk yang bisa dipetik dari judulnya, dan justru di situ daya tariknya. Bayangkan istana kuno Mesir, sosok firaun yang berkuasa, dan suasana intrik serta ambisi yang menyala di setiap lorongnya. Dari pernikahan yang penuh cemoohan, jalan menuju takhta perlahan terbuka lebar. Bagaimana pengantin yang dipermalukan itu akhirnya berdiri sebagai ratu, siapa yang menghinanya dulu, dan apa harga yang harus dibayar — semuanya masih menunggu untuk disaksikan.