Satu pernikahan, dua hati yang perlahan menjauh. Judulnya saja sudah menggambarkan puncak cerita: seorang suami yang baru menyadari apa yang hilang ketika semuanya terlalu telat. Drama keluarga ini berfokus pada retaknya hubungan rumah tangga, di mana kata-kata tak terucap dan pengabaian kecil menumpuk jadi jurang. Sulih suara memberi nuansa lokal pada cerita yang menggugah tentang penyesalan, waktu, dan apakah maaf masih berarti di ujung jalan.