Sebuah permintaan maaf yang datang setelah kematian. Dari judulnya saja sudah terasa berat — ada penyesalan yang tertinggal, kata-kata yang tidak sempat terucap saat masih ada waktu. Cerita yang bergerak di sekitar kehilangan, rasa bersalah, dan momen ketika seseorang menyadari terlalu banyak hal yang belum dikatakan. Atmosfernya kelam, melankolis, penuh dengan pertanyaan tentang apa yang seharusnya terjadi. Dan apa yang tidak bisa diulang. Apakah maaf yang terlambat masih punya arti bagi yang sudah pergi?