Saat hari raya nelayan, mayat-mayat muncul bertumpuk di bibir pantai dengan luka berbentuk tanda cakar dewa laut. Warga setempat menyebutnya kutukan dewa karena kemarahan atas pelanggaran larangan nelayan. Tapi seorang pemuda yang baru pindah ke sana curiga semua korban memiliki hubungan sama dengan perusahaan tambang ilegal di lepas pantai. Dia mulai menyelidiki di balik takhayul yang dianut warga, tapi setiap langkahnya membuatnya menjadi target berikutnya. Siapa yang sebenarnya memakai nama dewa untuk menutupi pembunuhan berantai?