Kalau kamu hacker paling ditakuti di dunia, kenapa harus repot jadi CEO perusahaan teknologi? Pertanyaan itu menghantui siapa pun yang mencoba mengungkap identitas asli di balik dua persona itu. Di satu sisi, dia membangun kerajaan digital yang bersih di mata publik. Di sisi lain, tangan yang sama meretas sistem keuangan, membongkar rahasia negara, dan menghancurkan lawan bisnis dalam semalam. Semua berjalan mulus sampai seorang analis junior tanpa sengaja menemukan jejak digital yang seharusnya tidak ada. Dari situ, satu per satu lapisan mulai terkelupas. Yang bikin makin rumit, sang CEO mulai sadar ada yang mengendus gerak-geriknya. Pertanyaannya sekarang, siapa yang lebih dulu lengah: pemburu atau yang diburu?