Ada yang aneh dengan panglima yang tak pernah memakai zirah. Di tengah medan laga yang penuh dentang besi, dia justru bertarung dengan dada terbuka. Musuh menganggap itu arogansi. Pengawalnya menyebutnya kegilaan. Tapi di balik itu, tersimpan alasan yang tak pernah diceritakan ke siapa pun. Satu rahasia yang bisa mengubah arah perang sekaligus meruntuhkan namanya. Pertanyaannya, sampai kapan dia bisa menyembunyikan kebenaran itu di depan pasukannya sendiri?