Pagi terasa biasa sampai sirene meraung-raung minta semua orang masuk ruangan.Gigi menancap menembus tulang,wajah-wajah familier membiru.Gerombolan undead menyapu blok demi blok sementara penduduk berlarian menyelamatkan diri masing-masing.Di balik pintu basement tua inilah seorang perempuan dipertemukan lagi dengan mantannya—yang setahun lalu pergi tanpa sempat bilang apa-apa secara layak.Pertanyaan lama soal kenapa hubungannya kandas kini bercampur bau mesiu dan cahaya senter baterai lemah.Hujan turun deras,sisa logistik tinggal hitungan jam.Napas pendek,bisikan maaf baru keluar setelah peluru benar-benar habis.Sore berikutnya kawanan besar mengepung lokasi persembunyian.Dia harus memilih:kembali membuka hati atau mendorong sang mantan keluar sebagai umpan.Dari ujung meja besi,Wira-an alias mantannya mendengus rendah seraya berbisik tanya apakah dirinya benar-benar rela ditinggalkan kedua kalinya.