Seorang penjelajah masuk hutan terlarang dan menemukan rumah kayu penuh mayat. Setiap dinding dilukis dengan simbol berdarah, dan langkahnya menggibarkan jejak terbaru—dua tahun setelah orang hilang dari sana. Suara anak-anak tertawa di kejauhan. Sang penjelajah tahu: tak boleh kembali, tapi sangat ingin pergi. Pertanyaannya bukan siapa yang menggambar, melainkan siapa yang masih mengundang orang lain untuk masuk.