Seorang psikolog dari Jakarta tiba-tiba diterima mayat pengakura-kebun di gerbang apartemennya. Catatan di tangan korban berkarakter rusak, tapi tiga kata punya arti yang pasti. Lima orang dari daftar kontak selanjutnya muncul satu per satu — masing-masing dengan koneksi ke insiden kecelakaan enam tahun lalu yang dikubulkan sebagai “benar-benar tidak bersalah”. Di antara mereka ada mantan asistennya, sekarang jadi pengacanggung utama kasus itu. Setiap rekaman panggilan suara dari korban memberi petunjuk baru, tapi malah mengungkap bahwa seseorang dalam lingkaran terdekatnya tahu komunikasi internal sistem psikologisnya. Lalu rekaman terakhir muncul: suaranya sendiri, tapi berkata sesuatu yang belum pernah dia lakukan.