Seorang dokter muda terjebak di antara kewajiban profesional dan perasaan yang mendalam saat ia diminta mengganti pasokan darah untuk pasien kritis. Setiap unit darah yang masuk ke rumah sakit membawa cerita—dan sangdoken, satu punyainya ternyata dari sahabat dekatnya yang lama. Seiring waktu, ia mulai curiga: apakah keputusannya untuk memberi darah benar-benar netral, atau ada motif lain yang belum ia ketahui? Tegarannya semakin memuncak ketika pasiennya meninggal, dan ia menemukan catatan lama di laci meja operasi yang menyebut namanya. Siapa sangka darah yang ia infuskan bukan sekadar oksigen dan sel—tapi kunci untuk mengungkap kebenaran yang telah tersembunyi bertahun-tahun. Apakah ia berani menyelidiki asal-usul darah itu, sekaligus menghadapi rasa bersalahnya?