Awalnya cuma gempa kecil di lereng gunung berapi. Tapi dalam semalam, lahar dan abu menyialamkan desa-desa di kawasan itu, menyisakan reruntuhan rumah dan mayat yang terjebak di reruntuhan. Mereka yang selamat—sebagiannya warga lokal yang sempat berusaha menyelamatkan hewan piaraan dan tetangga yang ketiduran—dibiarkan bertahan di pengungsian sementara tim relawan terus memperluas pencarian. Satu pertanyaan yang belum terjawab: mengapa alat pemerikasa gunung berapi justru diam sejak awal?Apakah memang sudah terlambat, atau ada sesuatu yang tidak mau diketahui?