Sebuah rumah penuh kenangan, sekaligus bekas tempat luka tak terucapkan. Itulah yang ditemui sekelompok orang dewasa saat kembali ke rumah keluarga—bukan untuk berkumpul, tapi menyelidiki misteri yang tersimpan di dalam laci meja makan, di balik foto keluarga yang mulai pudar. Ternyata, tiap orang yang berurusan dengan warisan itu membawa alasan masing-masing: ada yang mau warisi, ada yang ingin membuktikan kecurangan, ada yang sekadar tak mau kehilangan sesuatu yang pernah berarti. Tapi ada yang bertanya-tanya apakah rumah ini benar-benar bisa diwariskan, atau justru semakin retak setiap kali ada yang mencoba mereknya. Siapa sangka kunci untuk membangun kembali bukan berada di lemari, tapi di dalam kenangan yang pernah dilupakan bersama.