Seorang ksatria berseragam hitam melintasi kastil reruntuh, pedang tajannya bersinar di bawah sinar remang. Wajahnya tersembunui balutan, tapi setiap langkahnya mengungkap jejak darah lama. Siapa sangka prajurit penjaga porta itu ternyata dua jiwa dalam satu tubuh — yang bikin setiap temui-muka berubah jadi permainan kata. Di balik topi raja, seseorang tersenyum sama aksen yang sama persis.