Dua orang yang sama sekali tidak cocok, terpaksa berbagi satu ruangan kecil di sebuah kost di pinggang kota. Satu kembar, satu sama. Tapi entah, justru di situ nggak nyaman. Entah karena suara jantung yang terkadang mengalun, entah karena tatapan yang diam-diam membuatnya gemetar. Yang bikin rumit, dia itu justru orang yang dia benci paling dalam — musuh sejak kecil yang suka disebut, dan sekarang, sama-sama dapet kost yang sama. Tiap senyum itu palsu, tiap sentuh yang kebetulan, makin terasa seperti candu. Siapa yang akan kehilangan, saat akhirnya tidak bisa memalingkan mata lagi?