Api tak pernah padam di antara reruntuh. Terukir dalam dinding veteran, terbawa angin kota yang tak pernah benar-benar tidur. Setiap malam, seseorang masih menunggu di dekat reruntuhan itu — menatap api yang tak pernah padam, seolah-olah menunggu jawaban dari api itu sendiri. Tapi siapa sangka api yang dikira sebagai kenangan ternyata masih ada, dan sedang menunggu untuk dinyalakan kembali?