Satu kentang bisa bikin hidupmu berantakan total. Itu yang dialami tokoh utama dalam cerita ini, yang awalnya cuma pengen makan enak tapi malah jadi buronan publik. Sebuah kesalahpahaman kecil berubah jadi kekacauan besar, dan semua orang mulai mengejarnya. Nggak ada yang percaya dia nggak bersalah, bahkan keluarganya sendiri mulai ragu. Semakin dia mencoba menjelaskan, semakin dalam lubang masalahnya. Siapa sangka benda sederhana bisa mengubah segalanya, dan di ujung cerita, dia harus memilih: lari terus atau hadapi semua. Tapi apakah kebenaran masih berarti ketika semua orang sudah memutuskan dia salah?