Aneh, di tengah kawasan industri genting kota, Dinda justru menemukan kedamaian di sebuah kafe kecil yang dikelola seorang arsitek muda yang tak pernah melulu orang asing. Tapi kenapa seorang gubernur muda tak lihat jodihnya sendiri? Karena si arsitek itu — yang selama ini dikira cuma bocak — diam-diam sudah mengendalikan seluruh proyek properti besar di sana. Ternyata yang bikin semua orang terjeprak, bukan kebetulan, tapi rencana rapi yang dia susun selama bertahun-tahun, mulai dari gedung-gedung ikonik hingga kafe terakhir yang selamatkan hari-harinya. Jadi, siapa sangka tekanan pernikahan paksa yang diajukan keluarganya justru mengungkapkan benang merah antara urusan hati dan bisnis yang selama ini tersembunyi?