Jari menghitam bekas cincin pengantin yang baru saja dilepas saat pelaminan masih penuh tamu. Suara gamelan di kejauhan masih bergelinding, tamu-tamu sudah mulai berangsur pulang meninggalkan bekas-bekas kembang di lantai pelaminan. Dia memegang cincin itu seharian, tak tahu harus kembalikan ke siapa atau menyimpan sendiri. Konflik kecil tentang komitmen, identitas, dan pilihan yang belum diambil perlahan membesar saat malam harinya berakhir. Siapa yang sebenarnya berhak memegang cincin itu?