Seorang pembantu yang selama bertahun-tahun diperlakukan semena-mena oleh majikannya diam-diam menyusun rencana balas dendam. Setiap hari ia menelan pil pahit dan mencatat semua luka, baik fisik maupun batin. Sampai satu titik, ia memutuskan bahwa kesabaran ada batasnya. Tapi dendam bukan perkara mudah—apalagi ketika keluarga majikan mulai curiga ada yang tidak beres di rumah itu. Pertanyaannya, sejauh mana ia rela melangkah?