Seorang tokoh yang terus terbelenggu oleh kesalahan dan penyesalan di masa lalu yang ia sandarkan pada setiap langkahnya. Ia berusaha mencari jalan untuk menebus seluruh luka yang ia tinggalkan, tapi tiap kali hampir mencapainya, ingatan buruk itu kembali menghantuinya. Apakah ada cara untuk benar-benar melepaskan diri dari belenggu masa lalu, atau penyesalan akan selamanya menjadi bagian dari dirinya?