Seseorang bangun dengan ingatan yang terhapus sebagian. Ia yakin telah melakukan kesalahan besar di masa lalu, tapi tak bisa mengingat detailnya. Sahabatnya bilang itu hanya paranoid, tapi mimpi buruk yang datang tiap malam terasa terlalu nyata. Diari lama yang ditemukan di lemari mulai membuka satu per satu potongan memori. Yang bikin ngeri, ternyata versi dirinya yang dulu bukan orang baik. Pertanyaannya, apa yang lebih menyakitkan — mengingat semuanya atau tetap lupa?