Bagaimana jika pertemuan kembali setelah bertahun tahun justru mengingatkanmu bahwa takdir tidak selalu memihakkan cinta? Dua orang yang dulu terpisah oleh keadaan tanpa kesempatan mengungkapkan perasaan, kini bertemu di fase hidup yang sudah berbeda. Mereka berusaha mengejar waktu yang hilang, tapi realita dan pilihan masa lalu terus menghalangi. Konflik antara harapan yang membara dan tanggung jawab yang sudah dipegang membuat setiap pertemuan terasa seperti langkah mendekat sekaligus menjauh. Sampai akhir, apakah mereka bisa melawan takdir atau justru menyerah pada kebiasaan?