Pertunangan dibatalkan di altar. Bukan karena cinta segitiga, tapi karena calon mempelai pria tiba-tiba mengaku sebagai dewa yang kembali ke bumi. Keluarga pihak perempuan terbelah — ada yang percaya, ada yang menganggap ini skenario gila untuk menghindari pernikahan. Sementara sang mempelai wanita diam-diam mulai melihat keanehan di sekitar calon suaminya yang dulu biasa-biasa saja. Antara percaya atau waras, mana yang lebih masuk akal?