Seorang presiden yang sibuk dengan urusan negara mendapati istrinya tiba-tiba minta cerai. Bukan karena skandal atau kekerasan, tapi karena lelah menjadi ibu negara yang selalu sendiri. Di balik pidato kenegaraan dan jadwal rapat, ada rumah tangga yang mulai retak diam-diam. Sang istri sudah siapkan dokumen dan satu amplop berisi alasan yang belum sempat dibaca. Pertarungannya bukan lagi di parlemen, tapi di meja makan yang sudah lama kosong.