Di kerajaan yang menempatkan pangeran kesembilan sebagai anak bungsu tanpa hak istimewa, ia bertemu perempuan biasa yang mengubah seluruh pandangannya tentang hidup. Cinta yang tumbuh di antara mereka langsung dilarang oleh peraturan ketat kerajaan yang melarang pangeran menikahi orang di luar bangsawan. Dia terpilih memilih antara takhta yang seharusnya diwariskan, atau hati yang sudah lama ia cari. Siapa sangka pangeran yang dianggap remeh justru jadi kunci perselisihan besar di antara para sesepuh?